Koperasi Jasa Keuangan Syariah

Koperasi Jasa Keuangan Syariah Shakira Artha Mulia adalah lembaga jasa keuangan syariah yang berada dipurwakarta yang sudah terdaftar di KEMENKOP RI dan diawasi oleh DSN MUI. Kep MENKOP UKM: No.007350/BH/M.KUKM.2/II/2018Klik Informasi Terkini

Informasi KJKS Shakira Artha Mulia

Prinsip Syariah Salam






https://3.bp.blogspot.com/-xMfvpd7sub8/XLXC563ehBI/AAAAAAAAAdU/sbwFIUUmOp4OUUoPjw9-YGhr_LQBRta_gCLcBGAs/s320/jual-beli-as-salam-584.jpg


1. Pengertian Akad Salam
Jual beli barang dengan cara pemesanan persyaratan dan kriteria tertentu sesuai kesepakatan serta pembayaran tunai terlebih dahulu secara penuh.

2. Legalitas Akad Salam
    Akad salam diperbolehkan dalam islam sesuai dengan 

Hadist ;

  عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيْ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ
(إِنِّمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ، (رواه البيهقي وابن ماجه وصححه ابن حبان

"Dari Abu sa'id Al-Khudri bahwa Rasullah SAW bersabda, 'sesungguhnya,jual beli itu harus dilakukan suka sama suka"(HR.Al-Baihaqi dan Ibnu Majah serta dinilai Shahih oleh Ibnu Hibban)

3. Fitur dan Mekanisme

aa)    Pembiayaan Salam adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat   dipersamakan dengan itu untuk transaksi jual beli barang dengan   antara Koperasi dengan anggota yang mewajibkan anggota untuk   memenuhi kewajibannya sesuai dengan akad;
bb)    Spesifikasi barang salam disepakati pada saat akad transaksi salam;
cc)    Koperasi selaku pembeli barang Salam membeli barang dari anggota   dengan spesifikasi, kualitas, jangka waktu, tempat, dan harga yang disepakati;
dd)    Pembayaran harga oleh Koperasi kepada anggota harus dilakukan secara penuh pada saat akad disepakati. Pembayaran oleh Koperasi kepada anggota tidak boleh dalam bentuk pembebasan kewajiban anggota kepada Koperasi;
ee)     Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya sesuai dengan kesepakatan;
ff)     Koperasi sebagai pembeli tidak menjual barang yang belum diterima;
gg)    Dalam rangka menyakinkan bahwa penjual dapat menyerahkan barang sesuai kesepakatan maka Koperasi dapat meminta jaminan pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.
hh)    Koperasi hanya dapat memperoleh keuntungan atau kerugian pada saat barang yang dibeli Koperasi telah dijual kepada pihak lain kecuali terdapat perubahan harga pasar terhadap harga pasar terhadap harga perolehan sebelum barang dijual kepada pihak lain;
i)      Jika seluruh atau sebagian barang tidak tersedia sesuai dengan waktu penyerahan, kualitas atau jumlahnya sebagaimana kesepakatan, Koperasi memiliki pilihan untuk (a) membatalkan akad dan meminta pengembalian dana hak operasi, (b) menunggu penyerahan barang tersedia; atau (c) meminta kepada anggota untuk mengganti dengan barang lainnya yang sejenis atau tidak sejenis sepanjang nilai pasarnya sama dengan barang pesanan semula;
j)      Jika anggota menyerahkan barang kepada Koperasi dengan kualitas yang lebih tinggi, Koperasi tidak boleh meminta tambahan harga kecuali terdapat kesepakatan antara Koperasi dengan anggota;
ki)    Jika anggota menyerahkan barang kepada Koperasi dengan kualitas yang lebih rendah dan Koperasi dengan sukarela menerimanya maka tidak boleh menuntut pengurangan harga (discount) 

4. Tujuan atau Manfaat

Bagi Koperasi 
Memenuhi anggota yang ingin mempunyai barang tertentu berdasarkan pesanan dan sebagai upaya diversifikasi produk Koperasi sesuai kebutuhan yang diharapkan pasar.

Bagi Anggota
Sebagai sumber pembiayaan dan layanan perbankan bagi anggota baik untuk tujuan modal kerja maupun konsumsi. 

5. Analisis dan Identifikasi Risiko 

Risiko utama dari produk ini adalah risiko pembiayaan (credit risk) yang terjadi jika debitur wanprestasi atau default. 
selain itu, risiko pasar juga dapat terjadi jika modal salam dalam penyelesaian adalah dalam valuta asing dimana risiko dapat berasal dari pergerakan nilai tukar.

6. Fatwa DSN Tentang Akad Salam 
Dalam akad salam, berlaku ketentuan ketentuan sebagai berikut. 

A. Ketentuan tentang pembayaran:
    1.Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa uang,   
       barang, atau manfaat.
    2.Pembayaran harus dilakukan pada saat kontrak disepakati.
    3.Pembayaran tidak boleh dalam bentuk pembebasan utang.
B .Ketentuan tentang barang
    1. Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai utang.
    2. Harus dapat dijelaskan spesifikasinya.
    3. Penyerahannya dilakukan kemudian.
    4. Waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkan berdasarkan
        kesepakatan.
    5. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimannya.
    6. Tidak boleh menukar barang, kecuali dengan barang sejenis sesuai    
        kesepakatan.
C. Ketentuan tentang Akad Salam Pararel
Diperbolehkan melakukan salam pararel dengan syarat akad kedua terpisah dan tidak berkaitan akad pertama.
D. Penyerahan Barang sebelum pada waktunya
    1. Penjual harus menyerahkan barang tepat pada waktunya dengan
        kualitas dan jumlah yang telah disepakati.
    2. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih tinggi,
        penjual tidak boleh meminta tambahan harga.
   3. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih rendah,       
       dan pembeli rela menerimanya, maka ia tidak boleh menuntut   
       pengurangan harga (discount).
   4. Penjual dapat menyerahkan barang lebih cepat dari waktu yang   
       disepakati dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengan  
       kesepakatan, dan tidak boleh menuntut tambahan.
e. Harga objek Akad Salam
Jika semua atau sebagian barang tidak tersedia pada waktu penyerahan, atau kualitasnya lebih rendah dan pembeli tidak rela menerimanya, ia memiliki dua pilihan, yaitu Membatalkan kontrak dan meminta kembali uangnya atau menunggu sampai barang tersedia.

Sumber: Dr.Oni Sahroni,Lc.M.A, Maybank Syariah, Dari SEBI ISLAMIC BUSINESS AND ECONOMIC RESEARCH CENTER





Bagikan Ke:

Alamat kami

Info Terkini

KJKS Shakira Artha Mulia : Menkop Integrasikan Omnibus Law Dengan Koperasi dan UKM Terkait Penciptaan Lapangan Kerja

Instagram

View this post on Instagram

Kembali pagi

A post shared by Shakira Artha Mulia (@kjksshakira) on