Koperasi Jasa Keuangan Syariah

Koperasi Jasa Keuangan Syariah Shakira Artha Mulia adalah lembaga jasa keuangan syariah yang berada dipurwakarta yang sudah terdaftar di KEMENKOP RI dan diawasi oleh DSN MUI. Kep MENKOP UKM: No.007350/BH/M.KUKM.2/II/2018Klik Informasi Terkini
  • MUDHARABAH

    • Mudharabah adalah bentuk akad kerjasama antara pemilik modal (shohibul mal) dengan pengelola (mudharib) dengan nisbah bagi hasil yang disepakati diawal perjanjian Selengkapnya
  • MURABAHAH

    • Perjanjian jual beli antara anggota dengan KJKS Shakira Artha Mulia dimana KJKS membeli barang/jasa yang anggota perlukan kemudian menjualnya kepada anggota dengan margin keuntungan yang disepakati oleh kedua belah pihak ndalam rentang waktu tertentu selengkapnya
  • Wadiah Yad Dhamanah

    • Tabungan berupa dana yang disimpan di KJKS Shakira Artha Mulia dengan akad titipan yang dapat dimanfaatkan, serta dapat diambil kembali sewaktu - waktu Selengkapnya

Informasi KJKS Shakira Artha Mulia

Mudahkan Anggota. Ini Inovasi Dari KJKS Shakira Artha Mulia

DEWASA---ini teknologi telah berkembang pesat. Sehingga memudahkan kita dalam banyak hal, berbeda dengan yang dirasakan pada jaman dahulu, kita harus repot-repot pergi ke kantor POS hanya untuk sekadar mengirim kabar kepada sanak saudara nan jauh disana. Kini berkat orang-orang konsen dalam ilmu teknologi telah diciptakan teknologi pengirim pesan instant yang dapat mempermudah urusan kita dalam hal mengirim pesan, cukup dengan Gadget dalam genggaman anda sudah bisa bertegur sapa walau terpisah jarak ribuan bahkan jutaan mil. Tak perlu lagi menungu hingga berminggu bahkan berbulan-bulan. Bahkan bukan hanya itu teknologi kini banyak jenisnya, yang sudah familiar dengan kehidupan kita saat ini seperti WhatsApp, Line, Facebook, Zoom dan lain sebagainya. 


Seiring waktu, tidak hanya tentang telekomunikasi, perkembangan teknologi juga sudah merambah pada bidang-bidang lain, seperti transportasi, produksi, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan dalam hal finansial. Maka kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan kemudahan dan juga layanan yang sangat prima dan terpercaya. Tidak perlu lagi repot dengan  pembukuan manual, dicatat dalam buku yang sangat tebal ditulis dengan tangan. Kini semua bisa dilakukan dengan sangat cepat, kemajuan teknologi yang telah di kembangkan oleh manusia itu sendiri yakni berupa komputerisasi, dengan sebuah system canggih yang bisa mengelola laporan keuangan secara tepat, cepat dan terpercaya.


Maka dari itu kami (KSPPS) Koperasi Simpan Pinjam Pembiyayaan Syariah terus berinovasi untuk memenuhi segala kebutuhan masyarkat, salah satu inovasi yang telah hadir dan berdampak sangat baik kepada masyarakat yakni berupa penjemputan tabungan langsung di depan pintu rumah ibu dan bapak sekalian. Tidak hanya itu, kami juga membekali diri dengan teknologi berupa aplikasi yang terintegrasi dan setara dengan M-Banking bank konvensional diluar sana.

Melalui Aplikasi tersebut, anggota bisa melakukan any payment, seperti membayar tagihan listrik, membeli pulsa prabayar bankan transfer antar anggota maupun antar bank. Tentu ini sangat memudahkan bagi anggota yang sudah bergabung dengan Koperasi Shakira Artha Mulia. Jadi, tunggu apa lagi mari ikut gabung menjadi keluarga besar KJKS Shakira Artha Mulia. [in]

 


Bagikan Ke:

KJKS Shakira Artha Mulia : Menkop Integrasikan Omnibus Law Dengan Koperasi dan UKM Terkait Penciptaan Lapangan Kerja

Gambar dari liputan6.com
Dilansir dari Suara.com Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut sektor koperasi dan UMKM akan diintegrasikan dalam satu UU melalui omnibus law terkait penciptaan lapangan kerja.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pemberdayaan KUMKM akan terintegrasi dengan penciptaan lapangan kerja dalam sebuah UU.

“Kami merasa tidak perlu UU untuk keperluan UMKM dan koperasi, tidak perlu tersendiri jadi bisa diintegrasikan omnibus law untuk penciptaan lapangan kerja,” katanya setelah Rapat Koordinasi Bidang Perekonomian di Ruang Rapat Besar Menteri Perekonomian Gedung Ali Wardhana Lantai IV Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta, Senin (11/11/2019).

Tujuan dari penyatuan tersebut dilakukan agar program UMKM dan penciptaan lapangan kerja bisa saling bersinergi dan terintegrasi. Walaupun pada pelaksanaannya, diperlukan semacam pengecualian untuk beberapa regulasi.

“Jadi kami hanya perlu pengecualian dan beberapa regulasi yang memang playing fieldnya enggak bisa sama untuk usaha besar dengan usaha kecil. Ya paling seperti di bidang pembiayaan, dalam perizinan, soal sertifikasi dan lain sebagainya,” kata Teten.

Untuk itu, ia menegaskan, ke depan hanya akan ada satu undang-undang melalui Omnibus Law sebagai upaya yang dilakukan untuk penyederhanaan kendala regulasi yang saat ini berbelit dan panjang yakni UU Penciptaan Lapangan Kerja sementara pemberdayaan KUMKM terintegrasi di dalamnya.

Menurut Jokowi, melalui Omnibus Law, akan dilakukan penyederhanaan kendala regulasi yang saat ini berbelit dan panjang.

Rencananya, Jokowi ingin mengajak DPR untuk menggodog 2 UU besar yakni UU Cipta Lapangan Kerja dan kedua, UU Pemberdayaan UMKM. [bem]
Bagikan Ke:

KJKS Shakira Artha Mulia: Pelaku Koperasi Wajib Kompeten dan Profesional

Di era revolusi industri 4.0, perkembangan teknologi dan informasi begitu cepat. Berbagai akses kemudahan ditawarkan oleh berbagai perusahaan layanan jasa, tak terkecuali koperasi. Saat ini koperasi dituntut untuk senantiasa memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini. Faktor terpenting selain akses kemudahan layanan transaksi, sumber daya manusia (SDM) koperasi juga dituntut kompeten dan profesional. Hal itu merupakan tuntutan untuk meningkatkan kapasitas pengelola koperasi.

Pengelola koperasi simpan pinjam dan pembiayaan baik konvensional maupun syariah memang diwajibkan memiliki sertifikat uji kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesional yang telah memperoleh lisensi sesuai peraturan perundang-undangan. Serta sesuai dengan permenkop Nomor 02/PER/M.KUKM/II/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 15/PER/M.KUKM/IX/2015 tentang Usaha Simpan Pinjam Oleh Koperasi dan juga permenkop Nomor 11/PER/M.KUKM/XII/2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah.

“Hingga saat ini masih banyak pengelola koperasi yang belum mengikuti uji kompetensi sesuai dengan bidangnya. Padahal jika pengelola koperasi memiliki sertifikat keahlian dapat menjadi nilai lebih bagi koperasinya dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap koperasi karena pengelolanya berkompeten dan profesional, bukan koperasi yang abal-abal”. Tegas Yusuf Saepulhaq, direktur Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Shakira Artha Mulia.

“Alhamdulillah KJKS Shakira Artha Mulia telah mengikutsertakan pengelolanya untuk mengikuti diklat dan uji kompetensi bidang koperasi yang diselenggarakan oleh Dinas KUK Jabar bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi, saat ini yang sudah ada sertifikat hasil uji kompetensinya adalah profesi manajer koperasi sedangkan untuk profesi juru buku sedang menunggu diumumkan hasilnya”. Tambah Yusuf.

Semoga dengan sertifikasi profesi para pengelola koperasi menjadi kompeten dan profesional serta kepercayaan anggota kepada koperasi dan kesejahteraan anggotanya juga meningkat sehingga koperasi tetap berada di hati masyarakat. [bem]


Bagikan Ke:

KJKS Shakira Artha Mulia Sambut Hangat Studi Banding Koperasi Syariah Budi Luhur Kota Cimahi

Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Shakira Artha Mulia mendapatkan kehormatan menerima kunjungan studi banding dari Koperasi Syariah Budi Luhur Kota Cimahi. Kegiatan ini difasilitasi oleh pihak KJKS Shakira Artha Mulia. Bertempat di gedung Shakira Jalan Jenderal Taman Pahlawan Nomor 37 Purwakarta, siang tadi (1/11/19).
Dalam sambutan penerimaan yang disampaikan oleh Irfan Fauzan, selaku Dewan Pengawas KJKS Shakira Artha Mulia menuturkan bahwa “KJKS Shakira Artha Mulia merasa terhomat dan sangat senang untuk menerima para delegasi kunjungan studi banding dari Koperasi Syariah Budi Luhur Kota Cimahi, karena kesempatan yang baik tersebut dapat dijadikan salah satu media untuk bisa bersilaturahim dan saling tukar informasi mengenai bagaimana dalam tata kelola koperasi pada masing-masing koperasi, sehingga dapat memberikan input dan wawasan baru dalam pengelolaan koperasi yang lebih profesional, canggih dan modern untuk kesejahteraan anggota serta memberikan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.”
Pada kesempatan ini KJKS Shakira Artha Mulia memaparkan mengenai sistem tata kelola keuangan syariah berbasis digital dan setaraf perbankan. Salah satu kunci keberhasilan yang disampaikan diantaranya bahwa koperasi masa kini harus memberikan kemudahan dalam bertransaksi serta mampu menertibkan administrasi keuangan dengan baik, transparan dan akuntabel, sehingga seluruh transaksi dapat dipertanggunjawabkan. Sebagai salah satu upaya untuk mewujdukan hal tersebut, maka KJKS Shakira Artha Mulia secara berkala selalu berinovasi memberikan inovasi sistem pelayanan terbaik untuk seluruh anggota.
Sementara itu delegasi studi banding yang disampaikan oleh Menejer Koperasi Syariah Budi Luhur, Abdul Razak menuturkan “Terimakasih atas penerimaan dari pihak KJKS Shakira Artha Mulia dan kami memohon agar Koperasi Syariah Budi Luhur mendapatkan pendampingan dalam mengadopsi sistem pengelolaan keuangan berbasis digital dan setaraf perbankan yang selama ini KJKS Shakira Artha Mulia lakukan, semoga kedepan koperasi kami menjadi lebih produktif sehingga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh anggota”. Pungkasnya. [Bem]
Bagikan Ke:

KJKS Shakira Artha Mulia Ikuti Pelatihan Penerapan Program Komputer Akuntansi Koperasi


Sebanyak 20 peserta perwakilan dari beberapa koperasi di Kabupaten Purwakarta mengikuti Pelatihan Penerapan Program Komputer Akuntansi Koperasi yang di selenggarakan oleh Dinas UMKM, Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta. Pelatihan tersebut diselenggarakan pada tanggal 28-31 Oktober 2019 bertempat di Hotel Ciwareng Inn Purwakarta.

“Kami ikut sertakan pengelola koperasi kami untuk mengikuti Pelatihan Penerapan Program Komputer Akuntansi Koperasi agar memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam membuat dan menganalisa laporan keuangan dengan menggunakan program akuntansi koperasi” Tutur Yusuf Saepulhaq, Direktur KJKS Shakira Artha Mulia. Ia menambahkan “Dalam mengelola keuangan sebetulnya kami sudah menggunakan program komputerisasi akuntansi akan tetapi tak ada salahnya jika kami mengirimkan pengelola kami untuk mengikuti pelatihan tersebut agar kemampuannya bertambah” tegasnya.

Assyifa Khaerunissa Pratiwi selaku Pengelola KJKS Shakira Artha Mulia sekaligus peserta pelatihan mengungkapkan “Saya berharap dengan mengikuti pelatihan ini seluruh koperasi di Kabupaten Purwakarta dapat menerapkan program keuangan akuntansi koperasi agar memudahkan dalam membuat laporan keuangan koperasi” pungkasnya. [Bem]

Bagikan Ke:

KJKS Shakira Artha Mulia: Industri Halal dan Keuangan Syariah Indonesia Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi


Optimalisasi pengembangan ekonomi syariah Indonesia diprediksi dapat berperan penting sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional.

Disamping memiliki sumber daya alam yang melimpah, Indonesia juga memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal dunia.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, potensi sumber pertumbuhan ekonomi dari industri halal juga terlihat dari sektor wisata halal. Pada tahun 2030-2045 Indonesia memiliki bonus demografi yang mencapai 70 persen populasi, sekaligus menempati peringkat pertama di tahun 2019 sebagai tujuan wisata yang ramah Muslim dalam laporan Global Muslim Travel Index 2019.

Optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) sebagai sektor keuangan sosial, Ziswaf dapat menjadi instrumen keuangan sosial syariah yang berpotensi mendukung ketahanan ekonomi nasional dan mendorong kegiatan ekonomi produktif. [Bem]


Bagikan Ke:

Koperasi Zaman Now Libatkan Kaum Milenial

Gambar dari Google.com
Serba digital kekininan tak luput dari peran kaum milenial. Generasi milenial multitalenta dapat menjadi mata pisau dalam mengembangkan koperasi di era revolusi digital 4.0.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kaum milenial berusia 20-35 tahun pada tahun 2019 ini mencapai 23,77 persen atau sekitar 64 juta lebih dari total populasi Indonesia yang mencapai 268 juta jiwa. Terlihat jelas jika dikembangkan potensi generasi milenial ini akan membawa perubahan besar dalam percepatan pertumbuhan omzet koperasi.

Sudah saatnya generasi milenial dilibatkan menjadi pengelola koperasi, generasi milenial cenderung fresh dalam memberikan ide kreatif dan inovatif sehingga koperasi dapat mengikuti perkembangan zaman.

“Keterlibatan genmil (generasi milenial) menjadi poin plus dalam mengembangkan koperasi, ide kreatif jika dipadukan dengan penguasaan sosial media akan menjadikan market tersendiri bagi koperasi” tutur Bemby G Maulana salah satu pengelola Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Shakira Artha Mulia. Ia menambahkan “Dalam menciptakan peluang, kaum milenial akan mengeksplorasi ide kreatif dan inovasi dalam menciptakan program serta produk baru sehingga memberi nilai tambah bagi koperasi dan anggotanya” pungkasnya. [bem]
Bagikan Ke:

Tantangan Koperasi Di Era Revolusi Industri 4.0

Di Indonesia koperasi menjadi salah satu pendongrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurut Wikipedia, Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh serta setara dengan badan usaha lainnya melalui regulasi yang kondusif, perkuat SDM dan kelembagaan, pembiayaan, pemasaran dan kemajuan teknologi.

Hingga kini pemerintah terus melakukan reformasi total koperasi. Data Menkop, Reformasi Total Koperasi berhasil meningkatkan kontribusi PDB Koperasi terhadap PDB Nasional dari 1,71 persen pada 2014 meningkat tajam menjadi 4,48 persen pada 2017. Hampir lima persen. Peningkatan kontribusi PDB Koperasi tersebut telah memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta pemerataan pembangunan perekonomian nasional.

Di era ini tantangan nyata koperasi adalah persaingan dengan fintech. Maraknya fintech memberikan pinjaman uang secara online dengan realisasi cepat dan mudah mejadi tantangan serius terhadap koperasi. Jika Koperasi masih menerapkan konsep tradisional maka sudah dipastikan akan tergilas oleh fintech.

Sebenarnya ada kelebihan koperasi dibandingkan dengan fintech yaitu sisa hasil usaha (SHU). SHU diperoleh dari laba hasil usaha koperasi seperti keuntungan dari pembiaayan dan penjualan produk. Karena koperasi itu badan usaha milik bersama maka koperasi punya ikatan dengan anggotanya. Inilah kelebihan koperasi dimana tiap tahun anggotanya bisa berharap mendapatkan SHU, jika hal ini dimaksimalkan ditambah dengan memberikan layanan berbasis digital maka koperasi dapat bersaing dengan fintech. [bem]
Bagikan Ke:

Ini Keuntungan Jika Anda Berinvestasi Syariah

Gambar dari Google.com
Semakin hari produk syariah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Banyak lembaga keuangan yang menawarkan produk syariah kepada masyarakat, begitupun Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Shakira Artha Mulia. Koperasi milenial ini hadir menawarkan produk-produk syariah dengan sistem pengelolaan yang canggih, aman, tanpa riba, milik bersama dan cashless society. Sehingga dapat anda perhitungkan untuk kelancaran investasi anda di masa depan. Prinsip-prinsip syariah senantiasa kami pegang teguh sehingga anda dapat berinvestasi dengan nyaman dan keuntungan pun tetap anda dapatkan. Lebih lanjut, berikut ini beberapa keuntungan jika anda berinvestasi sesuai dengan syariah:

Bebas riba

Sebagai umat muslim harus selektif dalam memilih produk investasi. Tak sedikit masyarakat beralih memilih investasi syariah karena ancaman riba. Praktik riba ini erat kaintannya dengan bunga yang ditetapkan secara sepihak oleh pengelola keuangan kepada para nasabah/anggotanya.

Bebas praktik gharar dan masyir

Praktik Gharar adalah sistem yang tidak terbuka kepada nasabah. Menurut id.wikipedia.org bahwa Gharar dapat berupa suatu akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya kepastian, baik mengenai ada atau tidaknya objek akad, besar kecilnya jumlah, maupun kemampuan menyerahkan objek yang disebutkan di dalam akad tersebut. Tata kelola sesuai syariah menggunakan sistem yang terbuka diawal, pada saat akad maupun penyaluran dana.

Agar terbebas dari praktik masyir, traksaksi jual beli harus riil, artinya produk yang ditransaksikan nyata dan tidak ada permainan semata-mata untuk mengambil keuntungan saja.

Tata kelola keuangan sesuai Syariat Islam

Seluruh transaksi keuangan dalam investasi Syariah selalu berlandaskan syariat Islam. Dengan kata lain, setiap transaksi seperti jual beli menggunakan akad syariah dan terbebas dari unsur-unsur haram, seperti perdagangan produk minuman keras, obat terlarang atau permainan uang (money game).


Itulah keuntungan yang dapat kita peroleh dan alasan mengapa masyarakat memilih investasi syariah. [bem]
Bagikan Ke:

KJKS Shakira Artha Mulia: Pasar Modal Syariah Di Jawa Barat Masih Dianggap Awam


Gambar dari tribunnews.com
Pasar modal syariah masih dianggap awam oleh sebagaian masyarakat Jawa Barat. Dilansir dari laman republika.co.id bahwa jumlah penduduk 48,683 juta jiwa atau sekitar 20 persen dari total populasi Indonesia. Jawa Barat (Jabar) tak hanya menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Tanah Air. Jabar pun menjadi provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar se-Indonesia yakni mencapai 45,5 juta jiwa atau 97 persen dari penduduknya. Di Jabar, terdapat kurang lebih 12 ribu pondok pesantren yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan “sistem keuangan syariah sangat layak untuk dikembangkan di Jawa Barat, termasuk tren perkembangan industri pasar modal syariah. Meski begitu, yang perlu diperhatikan adalah penerapan sistem keuangan syariah, khususnya terkait dengan pasar modal syariah, harus inklusif dan diminati oleh seluruh lapisan masyarakat” Ia juga menambahkan “jangan bersifat elitis, sosialisasinya juga harus menyeluruh ke (27) kota/kabupaten, disampaikan ke desa, ke ulama, mubaligh, juga kepada para santri, hingga sampai ke semua telinga masyarakat” tegas Uu.

Direktur KJKS Shakira Artha Mulia, Yusuf Saepulhaq, Lc menuturkan “sepakat dengan Pak Wagub bahwa tata kelola keuangan syariah sangat layak apabila dikembangkan di Jabar, saat ini KJKS Shakira Artha Mulia mempunyai beberapa program unggulan seperti Pembiayaan Syariah, Tabungan Pendidikan, Tabungan Siswa, Tabungan Qurban, Tabungan Idul Fitri, Tabungan Wisata Haji dan Umroh dan Tabungan Masa Depan, dengan kolaborasi seluruh stakeholder kami yakin kedepan masyarakat akan terbiasa dengan tata kelola keuangan syariah sehingga tata kelola keuangan syariah bukan dijadikan pilihan terakhir” pungkasnya. [bem]
Bagikan Ke:

Alamat kami

Info Terkini

Mudahkan Anggota. Ini Inovasi Dari KJKS Shakira Artha Mulia

Instagram

View this post on Instagram

Kembali pagi

A post shared by Shakira Artha Mulia (@kjksshakira) on